Mendidik Anak

Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Percaya Diri

Afdal Rahendra
Juni 12, 2021
0 Komentar
Beranda
Mendidik Anak
Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Percaya Diri

Cara Mendidik anak Agar Cerdas dan Percaya Diri

Mendidik anak - Setiap orangtua yang memiliki anak tentu mempunyai keinginan agar anaknya menjadi anak yang cerdas dan percaya diri. Peran orangtua dalam mendidik anak sangatlah besar dalam membentuk karakter anak di masa yang akan datang.

Memiliki anak yang cerdas dan percaya diri tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Namun orangtua seringkali tidak mengetahui dan tahu cara memberikan dukungan dan perlindungan yang tepat untuk menumbuhkan hal-hal tersebut.

Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Percaya Diri


Seperti yang banyak diketahui oleh orang bahwasanya anak-anak pada dasarnya seperti kertas yang perlu diisi. Coret-coretan yang ada pada kertas inilah yang menjadi penentu seperti apa karakter anak ke depannya. Oleh sebab itu penting bagi orangtua untuk mengetahui bagaimana cara mendidik anak agar cerdas dan percaya diri.

Berikut beberapa cara mendidik anak agar menjadi anak yang cerdas dan percaya diri :

1. Menjadi Panutan Terbaik Anak

Setiap anak tumbuh dan berkembang dimulai dari lingkungan terdekatnya. Lingkungan tersebut merupakan lingkungan khusus yang menjadi awal dari eksplorasi anak yaitu lingkungan keluarga. Orangtua sangat berperan penting dalam lingkungan ini yang mana orangtua menjadi panutan anak.

Pada tahap awal ini, anak akan sering sekali meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi orangtua untuk memperlihatkan hal-hal baik ketika berada di dekat anak. Orangtua harus bisa menjadi idola dan panutan yang baik bagi anak. Sehingga anak mendapatkan pengaruh positif dari hal tersebut.

2. Tidak Terlalu Mengatur Anak

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orangtua ketika mendidik anaknya agar menjadi percaya diri ialah selalu mengatur apa yang harus dilakukan oleh anak. Sikap seperti ini tentu sangat tidak baik dan akan berdampak kepada tingkat percaya diri anak.

Orang tua yang terlalu memaksakan kehendak kepada anak justru akan membuat anak menjadi di lebih tidak percaya diri. Bukan hanya itu saja, sikap terlalu mengatur yang dilakukan oleh orang tua justru akan mengakibatkan hal lain seperti anak menjadi tempramental, sulit dikendalikan, dan mudah emosi.

Oleh karena itu, daripada mengatur anak dan memaksakan kehendak kepadanya, alangkah baiknya orangtua untuk membimbing dan mengembangkan apa yang diinginkan anak sehingga dapat diarahkan ke arah yang baik.

3. Dorong Anak Untuk Eksplorasi

Setiap anak pasti dilahirkan dengan keahlian dan kelebihannya masing-masing. Sayangnya banyak orangtua yang tidak memikirkan hal ini dan memaksakan anak untuk mengerti banyak hal. Lebih parahnya lagi, ada orangtua yang sejak awal telah menentukan jalan yang harus dilalui oleh anaknya hingga dewasa.

Sikap yang seperti ini tentulah sangat tidak baik bagi anak, karena selain akan memberikan anak beban, hal ini juga akan membuat bakat bawaan anak menjadi terpendam dan hilang.

Sebab itu, untuk meningkatkan kecerdasan dan kepercayaan diri anak, orangtua harus bisa mendorong anak untuk lebih mau mengeksplorasi hal yang dia sukai. Hal ini juga akan membantu orangtua dalam mengetahui bakat apa yang dimiliki oleh anak dan hal apa yang dia sukai.

Dukunglah apa yang disukai oleh anak, selagi hal itu masih positif dan memiliki dampak baik. Dengan demikian kecerdasan anak dan tingkat kepercayaan dirinya akan meningkat karena ada dukungan orangtuanya.

4. Jangan Berikan Anak Beban diatas Kemampuannya

Memiliki harapan kepada anak merupakan suatu hal yang wajar bagi orangtua. Namun untuk kebaikan anak, sebaiknya orangtua tidak membebani anak dengan harapan yang sangat besar. Pasalnya hal ini bukan malah membuat anak menjadi lebih cerdas dan percaya diri, namun akan membuat anak menjadi lebih tidak percaya diri dan lari dari keadaan. 

Alih-alih berharap anak dapat menguasai seluruh mata pelajaran yang ada dengan nilai yang bagus. Alangkah baiknya orangtua lebih mengajarkan anak untuk belajar tepat waktu dan menghargai guru beserta orang lain.

Anak akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, jika dia tidak dihadapi oleh banyak tekanan. Oleh sebab itu buatlah target pencapaian yang harus dicapai oleh anak sesuai kemampuan yang dia miliki. Sehingga anak tidak akan merasa terbebani dengan hal yang memang belum harus dia kerjakan. 

5. Atur Jam Belajar dan Bermain Anak

Anak pada hakikatnya merupakan individu yang masih membutuhkan waktu untuk bermain. Oleh sebab itu sebagai orangtua, anda tidak boleh terlalu memaksakan anak untuk terus belajar secara akademis saja.

Aturlah waktu anak seefektif mungkin agar kapasitas belajar dan bermain nya dapat seimbang. Jangan terlalu memaksakan anak pada satu bidang sisi saja seperti belajar saja atau bermain saja. Kegiatan tersebut sama-sama memiliki dampak negatif jika dilakukan kepada anak.

 

6. Kenalkan Anak pada Lingkungan yang Lebih Beragam

Mengenalkan anak kepada lingkungan yang lebih beragam merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Dengan mengenal anak pada lingkungan baru selain lingkungan keluarga dan sekolah, maka anak akan belajar dan mengerti banyak hal sehingga rasa percaya dirinya dapat meningkat.

Bukan hanya itu saja, dampak lain dari memperkenalkan anak dengan lingkungan ialah ia dapat memahami dan mengetahui bahwasanya setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga dengan demikian, anak akan lebih percaya diri dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. 

7. Asah Rasa Ingin Tahu Anak

Anak yang cerdas biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Namun anak yang tidak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi bukan berarti dia anak yang bodoh.

Rasa ingin tahu pada anak dapat dirangsang dengan cara membawanya ke tempat-tempat baru yang belum pernah dia lihat dan kunjungi sebelumnya. Dengan demikian anak akan merasa penasaran dengan apa yang dia lihat, sehingga timbullah keinginan untuk bertanya dan mencari tahu hal tersebut.

Kegiatan seperti ini akan membuat anak menjadi semakin pintar dan wawasannya semakin lebar. 

8. Hargai Pendapat yang Dikemukakan Oleh Anak

Banyak orangtua yang tanpa sadar telah mematikann rasa percaya diri anaknya. Salah satu contohnya dengan tidak menghargai pendapat yang dikemukakan oleh anaknya.

Memiliki anak yang berani mengemukakan pendapat merupakan salah satu ciri-ciri anak yang percaya diri dan cerdas. Oleh sebab itu, ketika anak anda menanyakan sesuatu atau memberikan pendapat, maka cobalah untuk mendengarkan pendapat yang dikeluarkan oleh anak tersebut. Jika anda merasa pendapat yang diberikan oleh karena itu tidak baik, makanya jangan sesekali langsung memarahinya. Akan tetapi berilah dia respon yang baik dan berikan dia penjelasan agar dia dapat menerima Kenapa pendapatnya tidak diterima. 

Begitu juga sebaliknya, jika anak Anda memberikan pendapat yang bagus, maka jangan sesekali Anda ragu untuk memberinya pujian.

9. Ajarkan Unak untuk Menyelesaikan Masalahnya Sendiri

Banyak orang tua yang tidak tinggal ketika melihat anaknya mengalami masalah. Biasanya orangtua dengan spontan akan langsung membantu anaknya yang mengalami masalah tersebut.

Walaupun anda merasa hal ini balik, namun hal tersebut justru berdampak buruk pada perkembangan anak.

Anak yang terbiasa dibantu oleh orangtua dalam berbagai kondisi akan mengurangi tingkat kecerdasannya dalam memecahkan masalah. Sehingga anak akan menjadi kurang percaya diri ketika menghadapi masalah.

Alangkah baiknya sebagai orangtua Anda membiarkan anak untuk mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri. Biarkan anak belajar dan beradaptasi dengan beragam kondisi dan situasi yang berbeda. Hal ini akan menjadi cikal bakal untuk anak bisa mandiri dan lebih percaya diri dalam melakukan berbagai hal.

----------------------------------------------------------------------------------

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam meningkatkan kecerdasan dan rasa percaya diri anak. Ada banyak hal lainnya yang masih bisa dilakukan oleh orangtua dalam meningkatkan kecerdasan dan rasa percaya diri anak. Namun semua hal itu akan sia-sia jika tidak diiringi dengan dorongan yang kuat dari orangtua beserta kemauan anak. 

Penulis blog

Tidak ada komentar