Mendidik Anak

Cara Mengajarkan Anak Membaca Dan Menulis Permulaan

Afdal Rahendra
Februari 06, 2023
0 Komentar
Beranda
Mendidik Anak
Cara Mengajarkan Anak Membaca Dan Menulis Permulaan

Mengajar Anak Membaca dan Menulis


Cara Mengajarkan Anak Membaca Dan Menulis Permulaan

I. Pendahuluan

Mengajari anak membaca dan menulis permulaan harus dimulai sejak usia dini yaitu ketika anak sudah bisa berbicara. Pada masa itu orangtua sudah bisa melakukan pengenalan huruf kepada anak secara pasif.

Seperti yang diketahui bahwasanya membaca dan menulis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki anak terlebih dahulu agar dia bisa memahami lingkungannya. Akan tetapi mengajarkan hal ini kepada anak terkadang menjadi beban tersendiri bagi orangtua. Apalagi mereka yang tidak memiliki wawasan akan hal itu, tentunya ini akan menjadi beban yang sangat berat.

Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan beberapa cara efektif dan menyenangkan bagi orang tua dan guru dalam mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan.

A. Latar Belakang

Mengajarkan anak membaca dan menulis merupakan hal yang wajib orangtua berikan, sebab dengan hal inilah anak bisa mengerti dan memahami lingkungannya. Membaca merupakan kemampuan adaptasi pertama yang harus dimiliki seorang anak dibarengi dengan kemampuan menulis.

Tanpa dibekali dengan kemampuan ini, maka seorang anak akan kesusahan dalam beradaptasi dan lebih signifikannya anak nantinya akan susah mencari pekerjaan yang memadai. Hal itu karena bahasa adalah alat komunikasi utama yang digunakan untuk saling memahami oleh seluruh penduduk bumi

B. Tujuan dari Tulisan

Tujuan dari terciptanya artikel ini ialah untuk sebagai wadah pembelajaran bagi orangtua, guru, maupun penulis sendiri tentang bagaimana cara mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan. Dengan adanya artikel ini diharapkan pembaca dan penulis mendapatkan tambahan wawasan dalam mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan.

II. Mengenal Kemampuan Anak

Secara umum dalam KBBI, kemampuan diartikan sebagai kesanggupan, kecakapan seseorang dalam melakukan sesuatu. Kemampuan ini biasa digunakan untuk mengukur apakah seseorang bisa dan dapat menyelesaikan suatu kewajiban. Semakin baik dia menyelesaikan hal itu, maka semakin bagus pula penilaian kemampuannya.

Sedangkan kemampuan anak ialah kesanggupan dan kecakapan anak dalam mengerjakan dan memahami sesuatu yang dia kerjakan. Dalam lingkup kecil yang menjurus ke kemampuan membaca dan menulis dapat diartikan sebagai kecakapan anak dalam memahami bacaaan serta kecakapannya dalam menulis.

A. Tahap Pembentukan Kemampuan Membaca dan Menulis

Dalam mengajar anak membaca dan menulis, ada beberapa tahap yang harus orangtua pahami agar pas dalam memberikan anak pembelajaran. Setidaknya untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 6 tahun, ia memasuki masa Pre-Reading yaitu masa tahap awal belajar.

Masa ini juga sering disebut sebagai masa emas anak sebab dia sedang berada di tahan paling mudah menerima pelajaran. Karena itu penting menerapkan cara pengajaran yang baik agar anak mudah belajar membaca dan menulis.

Ada beberapa tahap yang harus anak lalui untuk belajar membaca dan menulis, mulai dari tahap perkenalan hingga mencapai tahap menulis secara mandiri.  Setiap tahap itu memiliki tujuan serta kemampuan yang berbeda, sehingga harus diarahkan dengan metode dan pendekatan yang tepat.

Untuk lebih jelasnya berikut penulis rincikan satu persatu tentang tahap pembentukan kemampuan membaca dan menulis anak : 

Tahap pertama, dimulai ketika anak berusia 2 tahun yang dikenal sebagai tahap perkenalan huruf. Pada masa ini orangtua dapat mengajari anak dan mengenalkannya kepada huruf-huruf serta suaranya. Di tahap ini orang tua juga bisa mengajarkan anak konsep huruf dan suaranya dengan memasukkan pemahaman konsep bunyi kepada sesuatu hal yang mudah diingat anak, Seperti huruf “S” yang mendekati bunyi desis ular. 

Tahap kedua, dimulai ketika anak berusia sekitar 3 sampai 4 tahun yang dikenal sebagai tahap identifikasi huruf. Pada tahap ini anak sudah bisa orang tua ajarkan mengenal bahwasanya huruf memiliki bentuk dan suara yang berbeda-beda. Anak juga sudah bisa mempelajari nama-nama huruf lebih banyak dengan suaranya pada masa ini.

Tahap ketiga, tahap ini dimulai ketika anak berusia sekitar 5 sampai 6 tahun yang disebut sebagai tahap membaca dan menulis permulaan. Di tahap ini anak sudah bisa secara aktif mempelajari cara membaca dan menulis huruf-huruf dan kata-kata sederhana. Orangtua juga sudah bisa mengajari anak konsep membaca yang benar yaitu dari kiri ke kanan untuk tulisan Indonesia.

Untuk mempermudah anak dalam membaca permulaan di usia ini, orang tua dapat menggantikan gambar dengan namanya untuk lebih merangsang otak anak dalam memahami bacaan. Selain itu orangtua juga boleh meminta anak mencatat apa yang sudah dia baca untuk menambah daya ingatnya sekaligus sebagai media evaluasi pembelajaran.

Tahap terakhir yaitu tahap membaca dan menulis mandiri yaitu ketika anak berusia 6 sampai 7 tahun. Pada tahap ini seharusnya anak sudah memiliki kemampuan membaca dan menulis yang cukup baik apabila langkah sebelumnya dilakukan dengan baik. Sehingga orangtua sudah bisa meminta anak untuk membaca dan menulis secara mandiri tanpa harus didampingi dengan ketat layaknya langkah sebelumnya.

B. Cara Mengetahui Kemampuan Anak dalam Membaca dan Menulis

Secara dasar ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui kemampuan membaca dan menulis anak, namun secara lebih lanjut terdapat dua tes tambahan yang bisa dilakukan. Untuk lebih jelasnya berikut 4 cara mengetahui kemampuan anak dalam membaca dan menulis.

1. Uji Langsung

Uji langsung atau Uji Terbuka merupakan cara mengetahui kemampuan anak dalam membaca dan menulis dengan meminta anak mempraktekkan hal tersebut secara langsung. Untuk menerapkan cara ini orangtua dapat meminta anak untuk membaca sebuah teks dan memintanya menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan teks tersebut.

2. Observasi

Cara kedua ini juga cara yang cukup efektif dan ampuh dalam mengetahui kemampuan anak membaca dan menulis. Berbeda dengan cara yang pertama disini orang tua hanya bertindak sebagai pengamat yang memperhatikan bagaimana anak membaca, apakah dia membaca dengan lancar atau mengalami kesulitan. Pada tahap ini orang tua juga memperhatikan bagaimana anak menulis, apakah dia membuat kata dengan ejaan yang benar atau tidak.

III. Cara Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwasanya mengajarkan anak membaca dan menulis merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua. Dengan bisa membaca dan menulis tentunya akan membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Ini juga merupakan salah satu langkah mempersiapkan anak untuk menghadapi lingkungan yang lebih besar di hidupnya selain lingkungan keluarga yaitu lingkungan masyarakat.

Untuk mencapai hal itu, ada beberapa langkah yang bisa orang tua terapkan sebagai berikut : 

A. Menyediakan Lingkungan yang Mendukung

Dalam mengajar anak membaca dan menulis permulaan tidak cukup hanya dengan membiarkannya belajar mandiri atau didampingi begitu saja. Ada beberapa hal yang harusnya orang tua persiapkan ketika ingin mengajarkan anak membaca dan menulis, salah satunya ialah lingkungan yang mendukung.

Menyediakan lingkungan yang mendukung dalam mengajar anak membaca dan menulis memiliki maksud bahwasanya orangtua memberikan lingkungan yang memfasilitasi dan dapat membantu proses belajar anak. Lingkungan yang mendukung ini dapat berupa lingkungan fisik maupun lingkungan non-fisik.

Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan pada pembahasan berikut tentang lingkungan yang mendukung proses belajar membaca dan menulis anak.

1. Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik yang baik ialah lingkungan yang bersih, terang, serta nyaman ketika anak belajar. Orang tua berkewajiban untuk menciptakan lingkungan ini dengan memberikan anak perlengkapan belajar yang memadai seperti meja, kursi, buku, pensil, dan lain sebagainya untuk menunjang pembelajaran.

2. Lingkungan Non-fisik

Lingkungan non fisik merupakan lingkungan yang memberikan anak motivasi serta membantu anak dalam belajar. Dalam artian lingkungan ini adalah lingkungan yang berlawanan dengan lingkungan fisik. Dalam mengajar anak membaca dan menulis orang tua berkewajiban memberikan dukungan seperti kasih sayang, pujian Umpan balik positif serta memberikan anak kebebasan berkreasi.

B. Memperkenalkan Benda dan Huruf Secara Berkala

Cara mengajar anak membaca yang penting orang tua ketahui terlebih dahulu ialah kita bisa memaksa anak untuk memahami banyak hal dalam satu waktu. Memaksakan anak dalam belajar bukan malah memberikan dampak positif malahan itu akan memberikan dampak negatif yang membuat anak menjadi jenuh dalam belajar.

Sebab itu untuk mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan, orang tua harus memperkenalkan benda dan huruf secara berkala. Tahap-tahap dalam memperkenalkan benda dan huruf ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

Mulai dari benda-benda sekitar: Untuk menarik minat dan perhatian anak dalam membaca dan menulis orang tua dapat memulainya dengan memperkenalkan benda-benda yang ada di sekitar. Benda-benda di sekitar ini tidak mesti yang susah atau jauh dari anal. Orang tua dapat mengenalkan nama benda-benda di sekitar yang sering dimainkan anak dan menyuruhnya untuk menulis nama benda tersebut.

Perkenalkan anak pada huruf-huruf: Untuk dapat membaca dan menulis tentunya anak harus kenal terlebih dahulu dengan alfabet. Setelah mengenalkan anak dengan benda-benda di sekitar dan mengajaknya menulis nama benda tersebut, orang tua sudah bisa mulai sedikit demi sedikit memperkenalkan anak kepada huruf-huruf alfabet.

Latihan menulis huruf: Langkah selanjutnya yang bisa orang tua lakukan setelah mengenalkan anak kepada huruf ialah dengan mengajarkannya huruf. Huruf yang bisa orang tua ajarkan terlebih dahulu kepada anak saat menulis permulaan ialah huruf besar dan huruf kecil serta kegunaannya.

Memperkenalkan kata-kata: Setelah Anak mengenal huruf-huruf dan bisa menulis, selanjutnya kenalkanlah anak dengan kata-kata sederhana yang mudah ia pahami. Ajarkan pula anak Bagaimana cara membaca dan menulis kata-kata tersebut.

Melatih anak membaca dan menulis kata: Setelah semua proses itu dilakukan, selanjutnya orang tua hanya perlu meningkatkan levelnya. Langkah ini bisa dengan mengikuti buku pedoman belajar membaca dan menulis untuk menambah wawasan anak.

C. Memberikan Contoh dan Praktik yang Baik

Dalam mengajari anak membaca dan menulis permulaan orang tua juga harus memberikan contoh dan praktek yang baik.

Memberikan contoh yang baik merupakan langkah yang penting orang tua lakukan karena itu akan ditiru atau menjadi salah satu rujukan bagi anak ketika orang tua mengajarnya. Hal ini juga akan mengarahkan anak tentang bagaimana cara membaca dan menulis yang baik beserta teknik-teknik yang ada. Untuk mempraktekkan hal ini orang tua dapat melakukan terlebih dahulu membaca atau menulis itu sebelum anak melakukannya.

Selain itu untuk lebih membuat anak memahami bagaimana cara membaca dan menulis yang baik, orang tua juga dapat langsung mempraktekkannya. Hal ini sangat penting apalagi ketika mengajarkan anak menulis permulaan. Memberikan contoh berupa praktek ini juga akan menambah wawasan anak tentang bagaimana cara menulis yang baik dari berbagai huruf yang ada.

Dengan memberikan contoh dan praktek yang baik, anak akan lebih mudah memahami serta mempelajari membaca dan menulis permulaan. Akan tetapi hal ini harus dilakukan secara berulang-ulang agar anak dapat terus memahami dan kemampuannya meningkat.

D. Mengasah Keterampilan Membaca dan Menulis Melalui Mainan dan Games

Untuk meningkatkan kemauan anak dalam belajar terutama membaca dan menulis, orangtua dapat menyelingnya melalui mainan dan games. Ini juga merupakan salah satu cara yang menyenangkan serta efektif dalam membantu anak memperkuat keterampilan membacanya.

Ada banyak jenis permainan yang bisa orang tua gunakan sebagai opsi dalam meningkatkan proses belajar anak seperti permainan mencari kata, permainan membaca kata, dan permainan membaca cerita. Orang tua juga bisa menggunakan aplikasi belajar membaca yang pada saat sekarang ini sudah banyak bertebaran untuk perangkat smartphone. Ini merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam menggunakan teknologi agar berdampak positif.

Dalam melakukan permainan ini orang tua juga harus mengarahkan anak untuk melakukan praktek atau bertindak seperti menulis atau mengucapkan kata tersebut. Untuk membuat permainan lebih menantang, orangtua juga bisa menyediakan huruf-huruf dan meminta anak melakukan perangkaian kata.

IV. Cara Meningkatkan Minat Anak dalam Membaca dan Menulis

Untuk meningkatkan minat anak dalam membaca dan menulis tentunya Orang tua harus menyesuaikan bacaan anak tersebut dengan pemahamannya. Anak akan cenderung bosan dan malas membaca maupun menulis apabila orang tua memberikan dia persoalan yang tidak bisa dicerna oleh otaknya.

Seperti membaca permulaan yang mana anak belum terlalu memahami alfabet, maka orangtua harus memberikannya bacaan yang ringan dan tidak mengandung banyak kata-kata sulit. Biasanya kata-katanya yang efektif diberikan kepada anak yang masih belajar membaca ialah bacaan dengan 2 sampai 3 suku.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa cara meningkatkan minat anak dalam membaca dan menulis:

A. Memberikan Bacaan yang Sesuai dengan Usia

Membaca dan menulis permulaan ini tentunya orangtua terapkan kepada anaknya yang baru mulai belajar membaca dan menulis. Oleh sebab itu Orang tua harus memberikan anak bacaan yang sesuai dengan kemampuan dan usianya tersebut. Berapa bacaan yang sesuai dengan anak yang sedang belajar membaca dan menulis permulaan ialah buku dengan banyak gambar, buku dengan teks yang sedikit dan mudah, buku yang memiliki huruf besar serta warna yang berbeda, serta buku dengan rima dan melodi.

B. Membaca Bersama dan Diskusi Buku

Selain memberikan anak bacaan yang sesuai dengan usianya, sebagai orang tua untuk mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan bisa juga dengan mengajaknya membaca dan berdiskusi bersama. Membacakan anak cerita juga merupakan salah satu teknik dalam mengajarkan anak membaca dan menulis. Berdiskusi dengan anak juga penting sebab itu akan menambah wawasannya tentang sebuah bacaan dan pemaknaannya.

C. Menyediakan Koleksi Buku yang Berkualitas

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwasanya ada beberapa buku yang dapat orang tua berikan kepada anak untuk menunjang proses belajar membaca dan menulisnya. Untuk menunjang proses belajar tersebut orang tua bisa menyediakan berbagai koleksi yang serupa dengan buku tersebut namun dengan bentuk yang lain agar anak terus tertarik membukanya.

D. Membiasakan Anak untuk Menulis Catatan Harian

Langkah terakhir yang bisa orangtua lakukan dalam mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan ialah menciptakan kebiasaan bagi anak dalam membaca dan menulis tersebut.  untuk membuat rutinitas itu menjadi sesuatu hal yang menyenangkan, orang tua dapat meminta anak mencatat kegiatan yang dilakukannya sehari-hari. Di sana orang tua dapat mengarahkan anak untuk mencatat apa yang dia rasakan selama seharian dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.

V. Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut ada beberapa kesimpulan yang bisa penulis ambil, diantaranya sebagai berikut :

A. Ringkasan dari Tulisan

Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwasanya untuk mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan perlu yang namanya dampingan ketat dari orang tua. Bagaimanapun juga pembelajaran awal itu mulai dari keluarga dan orang tua sebagai gurunya. Apabila pembelajaran awal ini tidak dilakukan dengan baik maka besar keyakinan anak tidak akan mendapatkan hal tersebut lebih awal sehingga bisa dikatakan dia akan terlambat.

Akan tetapi jika orang tua juga tidak memiliki keahlian dan pemahaman tentang hal tersebut, Maka hal itu akan berjalan dengan sia-sia. Seperti tidak menetapkan bacaan yang benar untuk anak dalam belajar membaca dan menulis permulaan. Memberikan pelajaran yang salah dan bacaan yang tidak tepat dan tidak akan membebani anak yang justru tidak akan membuatnya mau belajar.

B. Saran untuk Orang Tua

Sedikit saran untuk orang tua ketika ingin mengajarkan anaknya membaca dan menulis, perhatikanlah terlebih dahulu mood anak saat ingin belajar. Jangan paksakan anak untuk belajar hanya karena kemauan sendiri. Biasanya anak yang tidak sedang berminat belajar dan dipaksa orang tua pelajar itu akan membuatnya semakin tidak mau belajar dan semakin malas mengetahui hal tersebut.

VI. Daftar Pustaka

Dalam meningkatkan pemahamannya pengetahuan orang tua tentang pembahasan dalam artikel ini, orang tua dapat membaca beberapa referensi berikut :

  • Suciati, N. (2017). Strategi Pembelajaran Membaca dan Menulis. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Indriani, E. (2016). Metode Pembelajaran Menulis untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Santosa, S. (2015). Mengenal dan Mengajarkan Membaca dan Menulis pada Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Iskandar, M. (2018). Teori dan Praktik Pembelajaran Membaca dan Menulis pada Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
  • Widianto, B. (2016). Inovasi Pembelajaran Membaca dan Menulis pada Anak Usia Dini. Jakarta: Grasindo.
  • "Early Childhood Literacy Development in Indonesia" oleh Kurniasih dalam jurnal "Educational Research and Reviews" (Volume 8, No. 3, 2013, hlm. 200-208). Ini mengulas tentang perkembangan literasi pada masa anak-anak dalam konteks Indonesia dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
  • "Metode Mengajar Anak Usia Dini" oleh Sumaryati dalam jurnal "Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini" (Volume 1, No. 2, 2012, hlm. 99-108). Ini mengulas tentang metode mengajar yang efektif untuk anak usia dini, termasuk membaca dan menulis.
  • "Pengembangan Literasi Anak Usia Dini" oleh Nuraeni dalam jurnal "Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini" (Volume 2, No. 1, 2013, hlm. 50-57). Ini mengulas tentang pentingnya pengembangan literasi pada anak usia dini dan bagaimana hal ini dapat dilakukan melalui pengajaran membaca dan menulis.

Penulis blog

Tidak ada komentar